Adakah Provokasi Di Balik Rusuhnya Aksi Damai 4 Nopember?

diduga provokator demo
Adakah Provokasi Di Balik Rusuhnya Aksi Damai 4 Nopember?

Banyak kalangan menyayangkan bahwa aksi damai  4 Nopember 2016 berakhir dengan kericuhan dan cenderung anarkis. Sedikitnya 23 orang telah ditangkap. Mereka diduga sebagai dalang provokasi kerusuhan. 15 orang ditangkap aparat Polres Jakarta Utara dan 8 orang ditangkap di Monas pada kerusuhan yang mewarnai aksi damai di depan Istana Merdeka.

Jakarta—Kerusuhan yang pecah bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Massa beratribut HMI berupaya menembus barikade polisi. Akibatnya, aparat berupaya keras menghalau massa dan berakhir dengan tembakan gas air mata.

Suasana kian mencekam ketika dua kendaraan milik polisi, satu minibus pengangkut pagar berduri dan truk angkut pasukan dibakar massa. Delapan orang ditangkap dalam kerusuhan ini.

Amatan di lapangan sebenarnya sudah sejak sore massa HMI bergesekan dengan aparat. Namun, polisi memilih diam dan tidak membalas lemparan batu, botol, dan air mineral dari demonstran. Massa HMI terlihat berada di dua titik aksi, depan RRI dan samping kantor Sekretaris Negara (Setneg).

 

Misi Yang Lain

Anehnya massa HMI mengusung isu lain dari massa yang menuntut penegakan hukum terkait kasus yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Massa HMI mengusung isu mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK. Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menyebut kerusuhan bermula dari massa HMI yang hendak merangsek ke depan Istana Merdeka   bakda Isya.

Kerusuhan meluas dan sempat terjadi penjarahan toko alat berat milik orang yang diduga etnis Tionghoa serta penjarahan di minimarket. Polisi, Brimob dan Marinir yang sebelumnya berdiam berlanjut menghalau massa yang mengamuk di Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak 15 orang diduga provokator ditangkap dalam kerusuhan tersebut.

Rapat Terbatas Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo mendadak menggelar rapat terbatas terkait kerusuhan tersebut bersama Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN. Lewat tengah malam, Presiden Jokowi mengumumkan hasil rapat tersebut.

“Menyesalkan kejadian pada bakda Isya yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditungganggi oleh ‘aktor-aktor politik’ yang memanfaatkan situasi,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (5/11/2016) dinihari.

Meski demikian, Jokowi menyampaikan apresiasi peran tokoh-tokoh masyarakat dan keagamaan yang berhasil membawa demonstrasi damai dari siang selesai salat Jumat hingga Magrib.

Baca:   Seorang Anggota Polisi Korban Pembacokan Di Tanjung Priok, Jakarta Utara

Massa Aksi Damai 4 November mencoba menerobos penjagaan dari petugas, Jakarta. Belum diketahui pasti fakta apa yang menyebabkan terjadinya bentrokan dari aksi yang diawali dengan damai ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada para ulama, kiai, habaib, ustad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan, sehingga sampai Magrib tadi berjalan dengan tertib dan damai,” ujar Jokowi.

 

Bantahan Pihak HMI

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membantah tudingan sebagai kelompok yang memantik kerusuhan. Organisasi kemahasiswaan ini berdalih ada orang tidak dikenal menyusup ke barisan aksi mereka.

“Kericuhan terjadi bakda Isya yang dipicu oleh massa yang tidak dikenal oleh kader HMI, dari mana asalnya dan siapa pemimpinnya masuk di barisan depan masa HMI, kemudian ribut dengan aparat sampai akhirnya aparat kepolisian menembakkan gas air mata,” kata Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Massa HMI, Mulyadi melanjutkan, membubarkan diri ke belakang dan tidak kembali lagi ke depan Istana Merdeka. “Setelah itu baru terjadi kebakaran yang kami tidak tahu siapa pelakunya dan apa yang terbakar,” ujar Mulyadi.

Tersebar Luas Di Medsos Foto Provokator

#provokator

Dunia medsos dihebohkan oleh adanya foto yang diklaim sebagai salah seorang provokator kerusuhan aksi damai 4 Nopember (4/11/2016)

Belum diketahui secara pasti apakah hal ini benar atau sekedar joke atau hoak yang mengarah kepada adu domba persatuan dan kesatuan bangsa. Karena hingga saat ini pihak aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum ada konfirmasi kepada media ataupun khalayak.

Dalam medsosnya diketahui terjadi komunikasi chatting  melalui WA antara dua orang yang diduga kuat merupakan massa yang terlibat aksi damai, dimana mereka menuding HMI sebagai provokator kerusuhan di depan istana Negara. Namun dijawab oleh yang lain bahwa itu adalah HMI gadungan.

Sejauh ini kita tunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian, agar diperoleh informasi yang akurat agar tidak menjadi sarana adu domba antar umat beragama.

Dan setidak-tidaknya kita harus lebih berhati-hati dan waspada terkait informasi-informasi di medsos agar tidak terjadi miskomunikasi dan sesat informasi.

 

(bhq)

 

 

 

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.