Baresan Olot Masyarakat Adat dan Gerakan Hejo Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

oleh

BANDUNG, Baresan Olot Masyarakat Adat ( BOMA ) dan Gerakan Hejo gelar upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017 di Alam Santosa, Pasir Impun Kab. Bandung.

Pada peringatan upacara yang dihadiri oleh tokoh olot Jawa Barat dan anggota Gerakan Hejo serta tamu undangan tersebut, berjalan dengan khidmat dan tertib.

Eka Santosa pada amanahnya di upacara itu mengatakan bahwa 20 Mei merupakan hari bersejarah buat kita semua sebagai bangsa, “Mungkin ada sebagian masyarakat yang lupa, padahal kalau kita menyadari sebagai sebuah bangsa, Indonesia terbentuk melalui suatu proses perjuangan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagai duta sawala, pihaknya mengingatkan kembali bahwa bangsa ini terbangun dari mulai peradaban masa kerajaan dahulu, lalu dijajah bangsa asing. Perlawanan kebangsaan kita tahu bersama melalui hasil perjuangan rakyat dan para pahlawan dahulu.
Selanjutnya Eka Santosa menjelaskan, dari proses perjuangan yang panjang itu lahir Indonesia. Berdasarkan pemikiran dari seluruh potensi bangsa hadirlah dasar negara untuk menata kehidupan berbangsa,
“NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sudah final. Bahwa ada seolah-olah ada sebuah nilai yang salah dan harus ada perubahan, tidak!,” tegas Eka.

Pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang bertemakan Bangkit Bela Pancasila demi Keutuhan NKRI, Eka menekankan bahwa NKRI sedang dalam keadaan nestapa, digoncang kiri kanan oleh banyak kepentingan. “Saatnya kita harus bangkit dan luruskan lagi, Pancasila itu harga mati!,” ujar Eka yang didukung Solihin GP untuk maju ke Pilgub Jabar 2018 mendatang berpasangan dengan Ridwan Kamil.

Usai upacara, ditampilkan atraksi pencak silat yang dibawakan oleh sanggar Ciung Wanara. Tidak ketinggalan Eka Santosa juga ikut unjuk kemampuannya di hadapan baresan olot dalam menampilkan jurus pencak silat.

Hadir pada kegiatan upacara yang bernuansa ala masyarakat adat beserta pernak perniknya itu diantaranya perwakilan dari Baraya Kang Emil (Barka), Forum DAS Citarum, Gerakan Hejo, Hayu Hejo, dan undangan.

(St)

Comments

comments