#2019GantiPresiden, Ini Kata Hendra Guntara

oleh
#2019GantiPresiden, Ini Kata Ketua KNPI Kota Bandung
Hendra Guntara, S.Hum, M.Ud.

SOROTINDONESIA.COM, Bandung,- Hiruk pikuk #2019GantiPresiden yang beredar di masyarakat, media sosial hingga warung kopi terkait dengan sebuah gagasan yang dicetuskan oleh politisi PKS Mardani Ali Sera, hingga kini masih terus berkembang. Bahkan sempat menimbulkan gesekan fisik antara warga masyarakat yang pro maupun kontra.

Menyikapi hal tersebut, Hendra Guntara selaku Ketua KNPI Kota Bandung, membeberkan, “Masyarakat mengartikan tagar tersebut dengan cara pandang sendiri-sendiri. Tetapi kemudian ini dimanfaatkan menjadi isu-isu yang menarik. Masyarakat juga supaya¬†ngeuh bahwa ini merupakan gerakan politik, bukan gerakan sosial. Tapi bila dengan tujuan untuk serta merta menggantikan sistem, tidak semudah itu,” kata Hendra saat diwawancara oleh wartawan seusai acara diskusi publik di salasatu cafe di Jl. Trunojoyo, Kota Bandung, (20/9/2018).

“Kita garis bawahi secara umum. Semenjak ada partai politik dengan kita masuk menjadi anggota partai, kemanapun kita akan dianggap sebagai kampanye. Jadi, tagar #2019GantiPresiden ini bentuk penggiringan opini. Menurut saya, itu bentuk kampanye terselubung,” bebernya.

Namun kita harus seimbang, kata Hendra, gerakan yang lainpun seperti gerakan Jokowi 2 periode juga adalah bentuk kampanye.

“Bangsa kita sedang mengalami proses demokrasi yang luar biasa, salasatu buktinya adalah cara berfikir orang kita dulu yang cenderung feodal. Kemana-mana sering kali kita ditanya anaknya siapa, apalagi ketika masuk ke dalam dunia politik. Tapi hari ini sudah mulai bergeser, yang membuktikan proses demokrasi kita semakin dewasa,” ucap Hendra mencontohkan.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, “Saya mengajak khususnya kelompok generasi muda untuk lebih cerdik untuk melihat situasi menjelang Pemilu ini. Dengan munculnya tagar #2019GantiPresiden saya kira itu adalah bentuk strategi. Tetapi saya lebih mengajak teman-teman generasi muda untuk tidak berpolemik disitu. Namun harus lebih cerdas dan cerdik supaya tidak mudah terbawa kepada situasi itu dan kita tidak mudah dibenturkan,” ajaknya.

Ia juga dikesempatan tersebut mengimbau agar penyadaran ini tidak hanya dilakukan oleh kita sebagai generasi muda, tetapi secara luas ke masyarakat.

“Kita harus menjadi kelompok generasi muda yang cerdas menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, dan kita juga mengajak masyarakat umum untuk memahami bahwa situasi politik saat ini sangat rentan untuk dibenturkan atau digesekan satu kelompok dengan kelompok yang lain,” imbaunya.

“Jadi, saya lebih menggarisbawahinya di wilayah situ, ketimbang kita terjebak dalam situasi yang rentan. Lebih baik mari kita sama-sama cerdas menggunakan media sosial, lebih cerdas dalam memahami sesuatu, agar tidak mudah terombang-ambing pada isu-isu menjelang pemilu 2019 ini,” pungkas Hendra. [St]

Comments

comments