Umur Rumah Betang Ini Lebih Dari 160 Tahun Dihuni 10 KK

Tampak Depan Rumah Betang Konut Yang Ada Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (29/4).

Murung Raya, sorotindonesia.com – Rumah Betang merupakan rumah adat, salah satu kekayaan Adat istiadat dan budaya yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Tengah sangat beragam, baik dari kesenian, budaya serta banngunan fisik warisan para nenek moyang khususnya Kabupaten Murung Raya.

Salah satu peninggalan situs budaya yang ada di Kabupaten Murung Raya di Kecamatan Tanah Siang tepatnya di Desa Konut yang berjarak sekitar 7 Km dari Ibu Kota Kabupaten (Puruk Cahu), berdiri sebuah karya budaya dari Suku Dayak Siang berupa Rumah Adat yang dinamakan Rumah Betang Konut.

Usia Rumah Betang Konut ini kurang lebih 160 tahun dan paling besar di Kabupaten Murung Raya setelah Betang yang ada di Desa Tumbang Apat Kecamatan Sei. Babuat Kabupaten Murung Raya.

Untuk Nama Betang Konut tidak punya nama khusus tapi rumah adat ini dikenal dengan sebutan Betang Konut, Berdirinya Rumah Betang Konut ini diperkirakan sekitar tahun 1800 an karena dari tahun 1945 sudah Rumah Betang Konut ini sudah berdiri tegak.

Baca:   Heboh Rumah Adat Dayak Dicat Seperti Taman Kanak-Kanak

Rumah Betang Konut ini sudah tiga kali di renovasi, renovasi pertama tahunnya tidak jelas kapan, renovasi ke 2 di tahun 1990an dan renovasi terakhir tahun 2006. Ukuran dari situs budaya ini adalah memiliki panjang 57 m Lebar 8 m tinggi 2,5 m.

Betang Konut ini memiliki 10 Kamar dan ada 10 Kepala Keluarga yang tinggal sampai sekarang di situs budaya ini. Kepala Keluarga Tertua yang menghuni bernama Pak Aya. Beliau nengatakan “Mata pencaharian penghuni (Suami Istri) dari Betang Konut ini adalah menyadap karet dan penambang emas tradisional”, katanya, Sabtu (29/4).

Rumah Betang
Para Penghuni Rumah Betang Konut Yang Masih Tinggal dan Berinteraksi Setelah Kegiatan Menyadap Karet.

Dari segi pendidikan anak-anak mereka semua bersekolah sesuai dengan umurnya, seperti SD,SMP,SMA/SMK serta ada yang sampai perguruan tinggi dan banyak yang telah lulus S-1.

Untuk Program Pemerintah Daerah seperti Progran Kartu Mura Sehat (KMS) dan Kartu Mura Cerdas (KMC) semua penghuni Rumah Betang Konut ini semua ikut program tersebut, yang menjadi keistimewaan tinggal di betang konut ini adalah rasa kebersamaan yang tidak dapat terpisahkan antara 10 KK yang ada, dan menurut keterangan bahwa nenek moyang terutama penduduk asli Dayak Siang lahir dari betang ini.

Baca:   Filosofi "Huma Betang" Dalam Kerangka NKRI

Sampai saat ini Rumah Betang Konut masih digunakan secara turun temurun, Tokoh Dayak Siang yang dituakan yang pernah tinggal di Betang Konut ini bernama Tatu Talanying.

Pak Aya menyampaikan, “Selama ini yang dibantu pemerintah hanya pada fisik bangunan (renovasi), pernah ingin dibantu pemda mura untuk menjadikan situs budaya namun penghuni diharuskan untuk keluar dan meninggalkan betang tersebut, hal ini lah yang mereka tolak dikarenakan yang tinggal di betang konut ini belum memiliki rumah pribadi”, jelasnya.

Para penghuni Rumah Betang Konut mengusulkan kepada pemerintah daerah melalui pemberitaan ini untuk melestarikan situs budaya Rumah Betang Konut ini dengan memberikan program kerja bagi penghuni seperti kerajinan tangan untuk membuat tikar dan lanjung atau keranjang serta kerajinan tangan lainnya. (yud)

Comments

comments